Minggu, 24 Mei 2015

Ubuntu dan Sejarahnya



ubuntu  , merupakan salah satu  distribusi linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas . Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang berarti " kemanusiaan kepada sesama " . Ubuntu dirancang untuk kepentingan pengguna an pribadi , namun versi server Ubuntu juga tersedia , dan telah dipakai secara luas .

Hasil gambar untuk logo ubuntu
Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.

Sejarah dan Pengembangan

Ubuntu adalah salah satu proyek andalan Debian . Sasaran awal Ubuntu adalah menciptakan sistem operasi desktop Linux yang mudah dipakai. Ubuntu dijadwalkan dirilis setiap 6 bulan sehingga sistem Ubuntu dapat terus diperbarui.

Ubuntu pertama kali dirilis pada 20 Oktober 2004. Semenjak itu, Canonical telah merilis versi Ubuntu yang baru setiap 6 bulan sekali. Setiap rilis didukung selama 18 bulan untuk pembaruan sistem, keamanan, dan kesalahan (bug). Setiap 2 tahun sekali (versi xx.04 dengan x angka genap) akan mendapatkan Long Term Support(LTS) ,selama 3 tahun untuk desktop dan 5 tahun untuk edisi server. Namun Ubuntu 12.04 yang dirilis pada April 2012 mendapatkan pembaruan sistem selama 5 tahun . Perpanjangan dukungan ini bertujuan untuk mengakomodasi bisnis dan pengguna IT yang bekerja pada siklus panjang dan pertimbangan biaya yang mahal untuk memperbarui sistem.

Paket-paket software Ubuntu berasal dari paket tidak stabil Debian; Ubuntu memakai format paket dan manajemen paket Debian (APT dan Synaptic). Paket Debian dan Ubuntu seringkali tidak cocok. Paket Debian sering kali perlu dibuat ulang dari source agar dapat dipakai di Ubuntu , begitu juga sebaliknya. Ubuntu bekerja sama dengan Debian untuk berusaha agar perubaha-perubahan sistem Ubuntu mengarah kembali ke Debian  , namun hal ini hampir tak terlaksana. Penemu Debian, Ian Murdock, pernah berkata bahwa paket Ubuntu berpotensi mengarah terlalu jauh dari Debian . Sebelum setiap rilis Ubuntu, paket-paket diambil dari paket tidak stabil Debian dan digabung dengan modifikasi Ubuntu. Sebulan sebelum perilisan, pengambilan paket dihentikan dan kerja selanjutnya adalah memastikan paket-paket yang sudah diambil bekerja dengan baik.

Ubuntu sekarang dibiayai oleh Canonical Ltd. Pada 8 Juli 2005 Mark Shuttleworth mendirikan pendirian Ubuntu Foundation dan memberikan pendanaan awal sebesar US$10 juta. Tujuan dari pendirian yayasan ini adalah untuk memastikan pengembangan dan dukungan semua versi Ubuntu dapat terus berjalan.

Pada 31 Oktober 2011, Mark Shuttleworth mengumumkan bahwa Ubuntu 14.04 akan mendukung smartphone, tablet, dan smart TV. Dan desain-desainnya pun sudah mulai dirancang.

Fitur

Ubuntu terdiri dari banyak paket, kebanyakan berasal dari distribusi di bawah lisensi lisensi software bebas. Namun, beberapa software khususnya driver menggunakan Proprietary software . Lisensi yang pada umumnya adalah GNU General Public License (GNU GPL) dan GNU Lesser General Public License (GNU LGPL), dengan tegas menyatakan bahwa pengguna dengan bebas dapat menjalankan, menggandakan, mempelajarai, memodifikasi, dan mendistribusikan tanpa pembatasan apapun. Namun tetap ada software proprietary yang dapat berjalan di Ubuntu. Ubuntu berfokus pada ketersediaan kegunaan pada orang disfungsi, keamanan dan stabilitas. Ubuntu juga berfokus pada internasionalosasi dan aksesibilitas untuk dapat menjangkau sebanyak-banyaknya orang . Dalam hal keamanan, perangkat sudo dapat meningkatkan privilage secara sementara untuk melakukan tugas administratif, sehingga akun root dapat terus terkunci, dan mencegah orang tidak terauthorisasi melakukan perubahan sistem atau membuka kelemahan keamanan.

Desktop Ubuntu memakai desktop environment graphis. Sebelum Ubuntu 11.04 interaksi grafis pengguna adalah GNOME Panel, namun setelah versi 11.04, berubah menjadi Unity. Unity adalah interface yang dikembangkan oleh Canonical yang awalnya dirancang untuk edisi Netbook.

Ubuntu terinstall dengan banyak software multiguna diantaranya

  • Perangkat dokumen
            - LibreOffice
            - OpenOffice (sebelum 11.04)
  • Peramban

            - Mozilla Firefox
            - Konqueror (pada Kubuntu)
  • E-Mail browser

            - Mozilla Thunderbird
            - Evolution (sebelum Ubuntu 11.10)
  • Game-game ringan
             - Sudoku
             - Chess
             - mines
dan beberapa software juga termasuk ke dalam CD installasi sebelum Ubuntu 11.04 sepert Transmision, GIMP. Namun software tersebut dihilangkan dari CD installasi karena ukurannya yang besar. Ubuntu juga dapat menjalankan program Windows lewat Wine atau Virtual Machine (seperti VMware workstation atau Virtual Box).

Ubuntu, tidak seperti Debian, mengompile paket mereka menggunakan fitur gcc seperti PIE dan proteksi Buffer Overflow untuk memproteksi software mereka. Fitur Ekstra tersebut menambah keamanan secara signifikan dengan pemakaian performance hanya 1% pada 32 bit dan 0,01% pada 64 bit.

RILIS 

VersiKode namaTanggal PerilisanDidukung sampai
DesktopServer
4.10Warty Warthog20-10-20042006-04-30
5.04Hoary Hedgehog08-04-20052006-10-31
5.10Breezy Badger13-10-20052007-04-13
6.06 LTSDapper Drake01-06-20062009-07-142011-06-01
6.10Edgy Eft26-10-20062008-04-25
7.04Feisty Fawn19-04-20072008-10-19
7.10Gutsy Gibbon08-10-20072009-04-18
8.04 LTSHardy Heron24-04-20082011-05-122013-04
8.10Intrepid Ibex30-10-20082010-04-30
9.04Jaunty Jackalope23-04-20092010-10-23
9.10Karmic Koala29-10-20092011-04-30
10.04 LTSLucid Lynx29-04-20102013-042015-04
10.10Maverick Meerkat10-10-20102012-04-10
11.04Natty Narwhal28-04-20112012-10-28
11.10Oneiric Ocelot13-10-20112013-05-09
12.04 LTSPrecise Pangolin26-04-20122017-04
12.10Quantal Quetzal18-10-20122014-05-16
13.04Raring Ringtail25-04-20132014-01-27
13.10Saucy Salamander17-10-20132014-07-17
14.04 LTSTrusty Tahr17-04-20142019-04
14.10Utopic Unicorn23-10-20142015-07
15.04Vivid Vervet23-04-20152016-01
WarnaArti
MerahSudah tidak didukung
HijauMasih didukung
BiruRilis masa depan

Setiap rilis mempunyai nama kode dan nomor versi. Nomor versi berdasarkan tahun dan bulan dari rilis. Angka pertama adalah tahun, angka kedua adalah bulan perilisan. Sebagai contoh, rilis Ubuntu yang pertama, 4.10, dirilis tanggal 20 Oktober 2004. Rilis ubuntu keluar setiap 6 bulan sekali tiap bulan April dan Oktober. Rilis ubuntu biasanya terdiri dari berbagai edisi, yaitu edisi Desktop, Server, dan Netbook. Perbedaan mendasar pada ketiganya adalah pada versi desktop terdapat tampilan desktop manager sedangkan pada edisi server tidak ada, hanya command prompt saja.
Release code Ubuntu terdiri dari dua kata yang berupa adjective (kata sifat) yang diikuti dengan nama hewan yang disusun secara alphabetis setiap rilisnya, kecuali versi 6.06 ke bawah (4.10; 5.04; 5.10). Misalnya Hardy Heron, terdiri dari kata sifathardy (Bold; brave; stout; daring; resolute; intrepid.[1913 Webster]) dan heron(sejenis burung).
Rilis dijadwalkan satu bulan setelah perilisan GNOME (yaitu satu bulan setelah perilisan X.org). Sehingga setiap prilisan dari Ubuntu memiliki versi GNOME dan X yang diperbarui.
Peningkatan antara rilis harus dilakukan dari satu versi ke versi berikutnya (contoh: dari Ubuntu 11.04 ke Ubuntu 11.10). Namun, versi LTS dapat langsung ditingkatan ke versi LTS selanjutanya (contoh: dari Ubuntu 08.04 LTS ke 10.04 LTS).
Ubuntu 11.04 yang dirilis pada 28 April 2011 "Natty Narwhal"  memiliki antarmuka yang sangat berbeda dari rilis-rilis Ubuntu sebelumnya. Ubuntu 11.04 memakai antarmuka Unity sebagai antarmuka grafis standar (GUI). Namun, masih dimungkinkan untuk kembali ke tampilan GNOME panel yang lama. Unity telah menerima banyak sekali kritik terutama dikarenakan pengembangan-nya yang mendadak sehingga masih belum sempurna. Namun, beberapa pengguna lain lebih memilih pendekatan Unity dari pada desktop GNOME yang lama. Unity  pada Ubuntu 11.10 telah disempurnakan kali ini dibangun dari platform GNOME 3.2 (Ubuntu 11.04 dibangun di platform GNOME 2) sehingga menghasilkan lebih sedikit masalah dan efek visual yang lebih baik.
Sejak perilisan Ubuntu 12.10, Ubuntu edisi Desktop tidak lagi dapat di instal melalui CD (700 MB), dibutuhkan DVD atau flash drive yang setidaknya mempunyai 1 GB ruang kosong. Bagi pengguna Internet di Indonesia dapat mengunduh berkas Ubuntu lebih cepat dari server-server yang ada di Indonesia dibandingkan mengunduh dari situs luar.

Lingkungan Destop
Ubuntu dilengkapi dengan banyak pilihan lingkungan desktop, di antaranya yang paling terkenal adalah GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE.
  • GNOME: Semenjak pertama dirilis hingga saat ini GNOME merupakan desktop environment standar Ubuntu (Unity berdiri di atas platform GNOME). GNOME merupakan salah satu desktop environment yang paling populer di Linux dan dipergunakan secara luas. Pada April 2011, GNOME memperkenalkan GNOME Shell, sebuah framework yang terfokus. Banyak dari pengguna Ubuntu yang sudah beralih ke GNOME Shell karena tampilannya yang menarik.
  • Unity: Semenjak Ubuntu 11.04, Ubuntu telah menggunakan Unity sebagai Desktop Environment standarnya. Tidak seperti GNOME, KDE, Xfce, dan LXDE; Unity bukan merupakan kumpulan software melainkan hanya desktop environment yang menggunakan gtk+ yang sudah ada, dan berjalan di atas platform GNOME. Pada awal peluncurannya di Ubuntu 11.04, Unity menuai kritik yang sangat banyak karena masih memiliki banyak masalah, sehingga pada awalnya banyak pengguna masih memilih untuk memilih GNOME. Namun semenjak Unity disempurnakan pada Ubuntu 11.10, Unity kini lebih bebas dari masalah, dan efek visualnya semakin bagus.
  • KDE: (K Desktop Environment) merupakan desktop environment standar pada Kubuntu. KDE terkenal dengan desktop plasma-nya, namun desktop plasma tersebut membutuhkan daya hardware yang lebih besar pula sehingga tidak semua komputer dapat menjalankannya.
  • Xfce: Xfce adalah proyek desktop environment yang tujuannya adalah menciptakan desktop yang membutuhkan sedikit sumber daya hardware. Namun kebutuhan sumber daya hardware Xfce masih lebih tinggi dari pada LXDE. Xfce merupakan desktop environment standar Xubuntu.
  • LXDE: LXDE adalah proyek desktop environment yang bertujuan untuk membuat desktop yang cepat dan hemat energi. LXDE merupakan desktop environment standar Lubuntu.


Varian 
Varian Ubuntu sangat banyak, namun hanya 3 yang didukung dan dibiayai secara resmi oleh Canonical Ltd. yaitu, Kubuntu, Xubuntu, dan Lubuntu.
Berikut adalah varian Ubuntu yang terkenal:
  • Kubuntu Ubuntu yang memakai KDE Plasma Workspace, Kubuntu membutuhkan sumber daya hardware yang lebih banyak dibanding Ubuntu.
  • Xubuntu Distribusi Ubuntu yang memakai Xfce desktop environment, membutuhkan lebih sedikit sumber daya hardware.
  • Lubuntu Distribusi Ubuntu yang memakai LXDE desktop environment, merupakan distribusi Ubuntu yang membutuhkan paing sedikit sumber daya hardware.
  • Edubuntu Salah satu proyek gabungan Ubuntu dan GNOME yang bertujuan untuk menciptakan sistem operasi untuk sekolah dan pengguna rumah.
  • Mythbuntu Distribusi Ubuntu yang didesain untuk membuat theater ruma dengan MythTV. Mythbuntu menggunakan Xfce desktop environment.
  • BlackBuntu Sesuai namanya, Distribusi Berbasis Ubuntu yang digunakan khusus untuk Penetrasi Jaringan, Keamanan, Digital Forensic, dengan menggunakan tool-tool yang mirip BackTrack.









Sabtu, 23 Mei 2015

cara Upload ISO ke proxmox

Kita membutuhkan dua bahan ini diunggah ke server Proxmox VE sebelum membuat virtual machine apapun, ISO dan template. Image ISO digunakan sebagai virtual CD-ROM untuk instalasi VPS berbasis KVM. Sedangkan template dibutuhkan untuk membuat VPS berbasis OpenVZ. Khusus untuk template OpenVZ, kita dapat mengunduhnya langsung dari web administrasi Proxmox. Namun jika kita mendapatkannya dari tempat lain, maka kita harus mengunggahnya menggunakan antarmuka yang disediakan.

Upload Image ISO


Semua upload ke server Proxmox VE 2.3 dilakukan melalui menu storage yang dapat kita akses dari menu tree di panel kanan, seperti tampak pada gambar berikut.
Menu storage Proxmox
Setelah mengklik menu dengan ikon hard disk pada gambar di atas, kita akan masuk ke menu storage. Terdapat tiga tab di bagian storage yaitu Summary, Content, dan Permission. Upload dilakukan di tab Content.
Upload ISO template Proxmox
Klik tombol Upload untuk membuka dialog pengunggahan.
Upload ISO image Proxmox
Untuk menggungah ISO, pilih ISO image di field Content. Kemudian tentukan berkas yang akan diunggah dengan mengklik tombol Select File lalu klik tombol Upload.

Upload OpenVZ Template

Langkah-langkah untuk menggunggah template sama seperti ISO image. Bedanya kita memilih template OpenVZ di field Content sebelum memilih berkas template yang akan diunggah. Pastikan juga template yang akan diunggah berekstensi tar.gz.
Upload OpenVZ template Proxmox
Untuk mengunduh template OpenVZ yang disediakan Proxmox, klik tombol Templates di tab Contents menu Storate. Ada banyak sekali pilihan template yang disediakan oleh Proxmox. Kita tinggal memilih salah satunya, lalu klik tombol Download.
Download OpenVZ template
Hasil upload ISO Image dan OpenVZ template ini dapat dilihat di menu Storage seperti tampak pada tangkapan layar di bawah ini.
Upload ISO Template Proxmox
Saat tidak dibutuhkan lagi, kita juga dapat menghapusnya lewat menu ini. Hal ini dapat juga dilakukan untuk menghemat ruang kosong di hard disk server. Namun jika kapasitas hard disk masih mencukupi, sebaiknya ISO dan template tidak dihapus karena akan lebih praktis dari pada harus mengunggah setiap kali hendak membuat virtual machine baru.

Jumat, 22 Mei 2015

Setting UBNT Antenna Sectoral Sebagai Access Point

setting UBNT Antenna Sectoral Sebagai Acces Point 

 

Pertama, rakit terlebih dahulu antenna nya. Hubungkan antenna dengan laptop dan PoE menggunakan kabel UTP. Setelah itu konfigurasikan IP laptop sesuai dengan IP default UBNT (192.168.1.20). 

Buka web browser, ketikkan IP UBNT (192.168.20.1).

 

 Masukkan username (ubnt) dan password (ubnt) lalu pilih negara, kita pilih Australia. Serta klik pada I agree to....... lalu klik login.

Setelah itu buka Menu System, beri nama perangkat pada Device Name lalu setting waktu pada Time zone. Lalu klik change >> apply.



Setelah itu buka Menu Network, ubah IP address. Klik change >> apply



 

 Karena kita mengubah IP, maka kita diminta untuk login lagi.


 

 Buka Menu Wireless, berikan SSID.

 

Klik tools pada pojok kanan atas, lalu klik Site Survey untuk mencari frekuensi yang belum dipakai.

 

Pada frekuensi, ubah auto menjadi (frekuensi yang belum dipakai). Pada frekuensi list klik enable >> edit >> (masukkan frekuensi yang belum dipakai).

 

 Pada wireless security, pilih WPA2 sebagai security nya lalu berikan password. Klik change >> apply.

 

 Klik lambang UBNT. Masukkan 5 digit angka pada airview port. Klik change >> apply.


 

 Buka Menu Main, jika sudah terkoneksi dengan Station maka akan muncul grafik TX:RX nya.

















Kamis, 21 Mei 2015

Membangun Sistem Informasi Sekolah 



Aplikasi yang dibutuhkan:

1. Website sekolah (CMS Balitbang)
Untuk menampilkan website dan informasi sekolah.

2. E-Learning (Moodle)
Untuk membuat sistem pembelajaran secara online.

3. VOIP PABX Server (Asterisk)
Untuk membangun sistem komunikasi sesama siswa dan guru di lingkungan sekolah melalui HP Android maupun dengan PC desktop siswa.

4. Sistem Informasi Perpustakaan Online (SLiMS)
Untuk mengelola manajemen perpustakaan sekolah dan peminjaman buku secara online.

5. PPDB Online
Untuk portal penerimaan dan pendaftaran siswa baru secara online.

6. Sistem Informasi dan Administrasi Sekolah (JIBAS)
 Untuk pengelolaan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi sekolah dan pembayaran.

7. Server Radio Streaming (Icecast2)

8. Teleconference (OpenMeeting)

9. Data Sharing / Pusat Penyimpanan data Bersama (OwnCloud)

10. SMS Gateway
Untuk memberikan informasi secara cepat kepada guru, siswa, dan orang tua melalui pesan singkat.



Kebutuhan Hardware;

1. PC Server
Harddisk 500GB
Memory 4GB
Processor 6core

2. MikroTik RB750

3. TP-Link




Kebutuhan Software:

1. OS Proxmox Virtual Environtment
2. OS FreeNAS
3. OS Debian 7.8 Wheezy
4. Wine
5. CMS Balitbang
6. Moodle
7. SLiMS
8. JIBAS
9. OwnCloud



Tahapan dan Langkah-langkah Kerja:

1. Instalasi dan pembuatan topologi jaringan.
2. Instalasi mikrotik dan hotspot.
3. Instalasi server.
4. Instalasi dan konfigurasi aplikasi.


Rabu, 20 Mei 2015

install debian 7

Kali ini saya akan share tentang debian, dan langkah installasinya...kalian tau apa itu Debian ? kalau belum simak di bawah ini yaa... :)

Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela(pengembang Debian) yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux yang merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Rata-rata Distro turunan Debian adalah Distro yang paling banyak digunakan di dunia, seperti ; Ubuntu , Linux Mint , Backtrack , Knoppix.

Alat dan bahan :

PC untuk server
media : flasdisk / CD/DVD

Langkah-langkah installasi Debian :

  •  atur BIOS anda agar booting pertama adalah device yang akan Anda gunakan.
  • tampilan pertama seperti gambar dibawah ini. pilih Install tekan "enter" untuk memilih.

  •  pilih bahasa yang ingin anda gunakan.



  • pilih tempat anda tinggal, kalo saya pilih other.

 
  • pilih Asia
  •  pilih Indonesia
 
  •  pilih United States
  • pilih Amarecan English

  • klik Continue


  • pilih Configure Network Manually -> enter


  • Masukan ip dan prefix jaringan atau subnetmask-nya contoh seperti gambar dibawah 192.168.137.2/24 tekan tab takan enter untuk melanjutkan

  • Masukan IP gateway nya contoh 192.168.137.1 tekan tab tekan enter

  • masukan IP Gatewaynya. klik continue dengan Tab

 
  •  Kemudian anda diminta memasukan nameserver address seperti gambar dibawah ini anda dapat memasukan IP gateway kembali atau anda dapat mengisinya dengan dns-google 8.8.8.8 , tekan tab tekan enter

  • setelah itu anda diminta untuk memasukan “hostname” atau nama komputer (host) silahkan masukan contoh “smk”

  • Diminta memasukan domian name atau nama domain seperit gambar dibawah silahkan masukan contoh “smk.net”


  • Selanjutnya diminta memasukan “root” password , password terserah anda


  • Dan diminta untuk memasukan password root kembali silahkan diisi sesuai dengan password root sebelumnya


  • Kemudian anda diminta untuk memasukan nama lengkap userbaru atau pengguna baru seperti gambar dibawah silahkan masukan nama pengguna contoh “usersmk”


  • Kemudian anda diminta lagi memasukan namauser atau useraccount yang akan digunakan sebagai username untuk login di debian sebagai user biasa anda dapat memasukan nama yang lebih pendek atau sama dengan sebelumnya contoh “usersmk”



  • Kemudian anda diminta membuat dan memasukan password dari user biasa dan diulang untuk kedua kali bedakan password ini dengan password user “root”



  • Tunggu Proses Pengambilan waktu , karena konfigurasi waktu juga bukan hal sepele dalam layanan server-client, pilih waktu sesuai lokasi server saya pilih “Western (....” tekan enter




  • Tunggu beberapa proses setelah selesai terdapat / muncul pilihan untuk pemartisian atau partisi-partisi debian , linux sangat lah cerdas karena dia bisa mempartisi dirinya sendiri terdapat 4 pilihan , jika anda hanya memiliki 1 harddisk silahkan pilih paling atas untuk partisi secara otomatis , jika lebih dari 1 maka anda dapat memilih pilihan kedua , atau anda dapat mempartisi secara manual melaui pilihan paling bawah ,silahkan pilih yang pertama atau kedua kemudian tekan enter
 
  • Silahkan pilih harddisk anda dan tekan enter
  • Kemudian pilih “All files in one partition (....” tekan enter
  • Pilih “Finish partitioning and write changes to disk “ tekan enter
  • Muncul pertanyaan seperti gambar pilih “yes” tekan enter
 
  • Tunggu proses “Installing the base system” mungkin cukup lama
  • Jika muncul silahkan pilih “no” tekan enter jika muncul jika tidak bukan masalah
 
  • Jika anda tidak menggunakan repositori online dari internet pilih “no” tekan enter
 
  • Tunggu proses “configuring APT”
  • Muncul seperti gambar dibawah ini silahkan pilih “yes” tekan enter


  • Software Selection , silahkan anda pilih saja “SSH Server” dan “Standard system utilities” tekan spasi untuk memilih kemudian tekan tap untuk continue dan tekan enter

  • Langkah terakhir dalam installasi debian yaitu anda harus memilih “yes” untuk installasi master boot record atau GRUB loader, setelah installation complate anda pilih continue dan tekan enter , lepaskan media installasi anda tadi baik CD/DVD/Flasdisk Dll , maka setelah itu PC akan me-restart sendiri dan menyala kembali
 
  • klik continue untuk melanjutkan.

  • Tampilan GRUB LOADER Debian

sudah selesai... proses installasi selesai..... :)

Semoga bermanfaat....... :)