Kamis, 09 April 2015

instal promox


Cara Install Proxmox




1.Pengenalan Proxmox  
     proxomox VE (virtual environment) adalah salah satu distro linux dari basis yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik apliance maupun operating system.proxmox berjalan dengan mode text walaupun seperti itu proxmox akan lebih mudah di konfigurasi melalui akses remote dengan web based.untuk sekaaraang proxmox dengan release terbaru adalah proxmox VE 2.3
    proxmox support beberapa jenis platfrom virtualisasi seperti KVM dan  Open VZ.dengan berbasis distro debian stable dan menggunakan kernel khusus untuk virtualisasi menjadi proxmox VE sebuah bare metal virtualtation platfrom yang power full.bare dalam sistem komputer dimana mesin virtual di pasang langsung pada komputer dalam sistem oprasi tanpa di install terlebih dahulu aaplikasi tertentu.istilah bare metal mengacu pada hardisk.
2.Kelebihan Proxmox
proxmox ini memiliki banyak kelebihan,antara lain :
  • open source,sehingga free untuk digunakan oleh siapapun.
  • mudah dalam instalasi dan konfigurasi 
  • mendukung platfrom virtualisasi berbasis KVM dan Open VZ 
  • mendukung berbagai format hardisk virtual.
  • minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit memory untuk menjalankan virtual server
  • mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun external storage
  • dapat di gunakan untuk cluster dan high avaliablity server
  • mendukung  banyak model storage : LVM,iSCSI,Local directory maupun NFS.
  • sudah mendukung live migration
 beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai proxmox antara lain :

  • proxmox hanya di sediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa jalan di mesin 32 bit
  • pada saat instalasi proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk. sehingga jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin virtual juga
  • jika ingin menggunakan KVM proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang mendukung teknologi virtualisasi yaitu untel VT/AMD-V
3.Kebuutuhan Hardware untuk Proxmox

kebutuhan spesifikasi server pada dasar..a tergantung pada virtual server yang akan digunakan.semakin tinggi spesifikasi yang akan di jalankan maka semakin tinggi juga kebutuhan hardware yang harus tersedia (mesin induk) meski demikian asumsi ini tidak 100% benar karena ada beberapa teknologi virtualisasi seperti Open VZ yang mampu melakukan pembagian resource sehingga apabila jika mesin virtual ada 3 yang masing membutuhkan 1GB memory tidak berrti server (mesin induk) harus memiliki kapasitas memory 3 x 1 GB
spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat berjalan adalah:

  • processor pentium 4 dan harus memiliki kemampuan 64 bit
  • jika ingin mmenggunakan model full virtualization CPU harus memiliki model motherboard intel VT (virtualtation technology) atu AMD-V
  • Memory RAM minimal 1 
  • kapasitas hardisk minimal 20 GB 
  • NIC (network interface Card)
4.Metode Instalasi Proxmox

Sama seperti install sistem operasi berbasis Linux lainya install Proxmox ada beberapa metode instalasi antara lain :

a.menggunakan CD installer

Cara ini merupakan yang sudah umum di gunakan karena proxmox sudah di kemas dalam 1keping CD. Proses instalasi dapat di lakukan dalam beberapa langkah saja tanpa konfigurasi rumit

b.menggunakan lie USB

Cara ini memiliki cara kerja yang sama dengan  menggunakan CD installer hanya berbeda pada media yang di gunakan adalah USB flash. metode ini sangat bermanfaat apabila suatu komputer tidak memiliki perangka CD/DVD ROM>

5.Instalasi Proxmox
  • download proxmox VE di http://www.proxmox.com/downloads/proxmox. 
  • Burning kedalam  CD atau menggunakan live USB 
  • Booting komputer mengunakan CD yang sudah di burn atau jika tidak boot komputer menggunakan USB
 1. Booting awal Proxmox silahkan tekan Enter untuk melanjutkan.
  • Jika ingin melihat proses apa saja yang di load oleh Proxmox ketika booting. Tekan F2 untuk melihatnya.
     
2. Pada Proxmox License Agreement klik I Agree.

 

3. Ketika muncul opsi Target Hardisk : /dev/sda (10GB …………….) silahkan pilih Next.
 
4. Location and Time Zone selection isikan seperti berikut (silahkan disesuaikan, jika berbeda dengan yg Anda inginkan) :
Country >> Indonesia
Time Zone >> Asia/Jakarta
Keyboard Layout >> US English
 

5. Selanjutnya isikan Password untuk Administrator Proxmox dan Email Administrator.


6. Network Configuration meliputi Hostname, IP Address, Netmask, Gateway dan DNS Server silahkan disesuaikan dengan jaringan yang Anda miliki.
 

7. Nah, Installation succesfull silahkan reboot servernya dan siapkan web browser untuk langkah setting selanjutnya.
 

8. Proxmox Virtual Environment 3.0 Anda sudah siap, silahkan buka web browser dan ketikkan https://(IP proxmox):8006

9.  Masukkan username “root” dan password yang sudah Anda buat sebelumnya.


10. Nah, Anda sudah berhasil masuk ke Proxmox Webconfig. Selanjutnya Anda bisa menginstall Guest OS berbasis KVM (Full Virtualization) atau OpenVZ (Template).

Rabu, 08 April 2015

Tujuh cara Installasi Aplikasi Berbasis WEB di Linux


Tujuh cara Installasi Aplikasi Berbasis WEB di Linux

1.  Kompres dahulu folder-folder aplikasi/CMS yang akan diinstall, misal dengan *.zip
2. Copy atau pindahkan aplikasi yang sudah dikompres ke direktori root server
dengan perintah : /var/www/html (untuk ubuntu).
                             /var/www          (untuk debian).
Yaitu dengan cara :
#cp /(letak direktori asal)/(nama file)/ (letak direktori yang di dituju).
3. Pindah menuju ke direktori server : /var/www/html
Yaitu dengan cara :
#cd /var/www/html
4. Lalu cek apakah file yang sudah ada, dengan perintah #ls
kemudian ekstrak file tersebut dengan perintah #unzip (namafile zip).
apabila berhasil akan muncul nama direkrori baru.
5. Berikan hak akses sebagai root agar PHP dapat di eksekusi oleh server apache kita.
Perintahnya : #chown -R www-data : www-data /var/www/(direktori).
6. Buat database dan import database yang di sertakan pada CMS melalui php Myadmin.
7. Pastikan konfigurasi koneksi database sudah di sesuaikan dengan nama database yang sudah kita buat.

Perintah-perintah Dasar Linux

  • cd : merupakan singkatan dari change directory yang berfungsi untuk berpindah direktori menggunakan cd.
  • cp : untuk mengcopy suatu file.
  • rm : yang merupakan singkatan dari remove files yang berfungsi untuk menghapus suatu data atau file.
  • rm –fr : perintah yang kepanjangan recursive remove yang berfungsi untuk menghapus suatu file, directory, atau subdirectory. Perlu berhati-hati menggunakan perintah ini karena perintah ini dapat menghapus semua data pada sistem, dan di Linux tidak ada perintah undelete.
  • mkdir : berfungsi untuk membuat directory baru, kepajangan dari perintah ini adalah make directory.
  • cat : melihat isi file
  • more: digabung dengan perintah cat mengunakan | dengan perintah more kita dapat melihat isi suatu file, dan isi file tersebut dapat di tampilkan layar per layar.
  • clear: perintah ini berfungsi untuk membersihkan layar dari directory yang aktif.
  • who: Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).
  • exit: Untuk keluar dari sistem .
  • cal :menampilkan kalender
  • date: Menunjukkan atau mengatur tanggal.
  • ls : berfungsi untuk menampilkan direktori yang aktif. Jadi jika kita terlalu banyak membuka suatu direktori, kita hanya perlu mengetik perintah “ls” yang di ikuti nama direktori yang ingin kita buka pada program root terminal. Maka akan muncul pada layar dengan sendirinya.
  • arch : Perintah untuk menapilkan arsitekture prosessor
  • nano : editor text standart debian untuk mengedit file
  • vi : editor text sama dengan nano tetapi cara menggunakan nya berbeda
  • eject : perintah mengeluarkan cd-rom
  • eject -t : perintah memasukan cd-rom
  • apt-get update : perintah untuk mengupdate sistem mendapatkan catatan versi aplikasi baru
  • apt-get upgrade : mengistall seluruh aplikasi baru secara otomatis dari catatan yang telah diterima
  • ln -s : membuat sebuah tautan atau simbolik antar file
  • lsusb : menapilkan usb yang ada dan perankat yang menempel
  • lshw : menampilkan seluruh hardware yang menempel
  • adduser : menambah user baru
  • passwd : menggati password user
  • reboot : merestart pc
  • poweroff / halt : mematikan pc
  • wget : mendownload suatu file dari sebuah tautan
  • w3m / elinks : semacam browser tapi melalui CLI
  • ifconfig : perintah menampilkan eth yang hidup dan networknya
  • ifconfig -a : perintah menampilkan semua eth dan networknya
  • hostaname : perintah menampilkan hostname
  • apt-get install : perintah mengistall aplikasi untuk pc dari repositori
  • apt-get remove : perintah menghapus aplikasi yang terinstall
  • apt-get install -f : perintah mengistall semua depedensi atau kekurangan paket dalam intallasi aplikasi tertantu
  • dpkg -i : mengistall aplikasi dari .deb file
  • man : perintah untuk melihat manual page dari suatu perintah

Selasa, 07 April 2015

VLAN


VLAN

Virtual LAN / disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.
Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team .

Keuntungan sebuah VLAN

Penerapan sebuah teknologi VLAN memungkinkan sebuah jaringan menjadi lebih fleksibel untuk mendukung tujuan bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:
•
Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
• 
Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.
• 
Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.
• 
Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
• 
Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
• 
Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.

 











Senin, 06 April 2015

Pengertian SSH

SSH

Secure Shell (SSH) adalah sebuah protokol jaringan kriptografi untuk komunikasi data yang aman, login antarmuka baris perintah, perintah eksekusi jarak jauh, dan layanan jaringan lainnya antara dua jaringan komputer. Ini terkoneksi, melalui saluran aman atau melalui jaringan tidak aman, server dan klien menjalankan server SSH dan SSH program klien secara masing-masing. Protokol spesifikasi membedakan antara dua versi utama yang disebut sebagai SSH-1 dan SSH-2.
Aplikasi yang paling terkenal dari protokol ini adalah untuk akses ke akun shell pada sistem operasi mirip Unix, tetapi juga dapat digunakan dengan cara yang sama untuk akun pada Windows. Ia dirancang sebagai pengganti Telnet dan protokol remote shell lainnya yang tidak aman seperti rsh Berkeley dan protokol rexec, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks, membuat mereka rentan terhadap intersepsi dan penyingkapan menggunakan penganalisa paket. Enkripsi yang digunakan oleh SSH dimaksudkan untuk memberikan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman, seperti Internet.

Definisi

SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengotentikasi komputer remote dan biarkan komputer remote untuk mengotentikasi pengguna, jika perlu.[1] Ada beberapa cara untuk menggunakan SSH; salah satunya adalah dengan menggunakan secara otomatis public-privat key pasangan untuk dengan sederhana mengenkripsi koneksi jaringan, dan kemudian menggunakan otentikasi password untuk login.
Penggunaan yang lain dengan menghasilkan secara manual pasangan public-privat key untuk melakukan otentikasi, yang memungkinkan pengguna atau program untuk login tanpa harus menentukan password. Dalam skenario ini, siapa pun dapat menghasilkan pasangan yang cocok dari kunci yang berbeda (publik dan privat). Kunci publik ditempatkan pada semua komputer yang harus memungkinkan akses ke pemilik private key yang cocok (pemilik menjaga rahasia kunci privat). Sementara otentikasi didasarkan pada kunci privat, kunci itu sendiri tidak pernah ditransfer melalui jaringan selama otentikasi. SSH hanya memverifikasi apakah orang yang sama yang menawarkan kunci publik juga memiliki kunci pribadi yang cocok. Dalam semua versi SSH adalah penting untuk memverifikasi kunci publik yang tidak diketahui, yaitu mengaitkan kunci publik dengan identitas, sebelum menerima mereka dengan valid. Menerima serangan kunci publik tanpa validasi akan mengotorisasi penyerang yang tidak sah sebagai pengguna yang valid.

Sejarah

Pada tahun 1995, Tatu Ylönen, seorang peneliti di Helsinki University of Technology, Finlandia, merancang versi pertama protokol (sekarang disebut SSH-1) karena didorong oleh peristiwa serangan pembongkaran sandi di jaringan universitas. Tujuan dari pembuatan SSH adalah untuk menggantikan fungsi rlogin, TELNET, dan rsh protokol, yang tidak memberikan otentikasi kuat atau menjamin kerahasiaan. Ylönen merilis SSH sebagai freeware pada bulan Juli 1995, dan tool tersebut berkembang dengan cepat untuk mendapatkan popularitas. Menjelang akhir 1995, basis pengguna SSH telah tumbuh hingga 20.000 pengguna di lima puluh negara.
Pada bulan Desember 1995, Ylönen mendirikan SSH Communications Security untuk memasarkan dan mengembangkan SSH. Versi asli dari software yang digunakan SSH adalah berbagai potongan perangkat lunak bebas, seperti GNU libgmp, tetapi versi yang dikeluarkan oleh Secure SSH Communications semakin berkembang menjadi perangkat lunak berpemilik.
Pada tahun 1996, sebuah versi revisi protokol dirancang, SSH-2, yang tidak cocok dengan SSH-1. Fitur SSH-2 mencakup kedua fitur keamanan dan peningkatan perbaikan atas SSH-1. Keamanan yang lebih baik, misalnya, datang melalui algoritma pertukaran kunci Diffie-Hellman dan pemeriksaan dengan integritas yang kuat melalui kode otentikasi pesan. Fitur baru dari SSH-2 mencakup kemampuan untuk menjalankan sejumlah sesi shell melalui satu koneksi SSH.
Pada tahun 1998 ditemukan kerentanan yang digambarkan dalam 1,5 SSH sehingga memungkinkan masuknya konten yang tidak sah ke dalam aliran data SSH terenkripsi karena integritas data tidak mencukupi perlindungan dari CRC-32 yang digunakan dalam protokol versi ini. Sebuah perbaikan (SSH Compentation Attack Detector) diperkenalkan ke dalam banyak implementasi.
Pada tahun 1999, pengembang menginginkan versi perangkat lunak bebas untuk tersedia kembali seperti rilis 1.2.12, yang lebih tua dari program ssh asli, yang terakhir dirilis di bawah lisensi open source. OSSH Björn Grönvall ini kemudian dikembangkan berdasarkan basis kode ini. Tak lama kemudian, para pengembang OpenBSD menggunakan kode Grönvall untuk melakukan pengembanga yang lebih luas di atasnya, sehingga terciptalah OpenSSH, yang dimasukkan dalam rilis OpenBSD 2.6. Dari versi ini, sebuah cabang "portable" dibentuk untuk dapat memportingkan OpenSSH pada sistem operasi lain.
Diperkirakan, sejak tahun 2000, terdapat lebih dari 2.000.000 pengguna SSH.
Pada tahun 2005, OpenSSH adalah satu-satunya aplikasi ssh yang paling populer, yang diinstal secara default dalam sejumlah besar sistem operasi. Sementara itu, OSSH telah menjadi usang.
Pada tahun 2006, protokol SSH-2 yang telah disebutkan di atas, diusulkan untuk menjadi Standar Internet dengan penerbitan oleh IETF "secsh" work group dari RFC (lihat referensi).
Pada tahun 2008 sebuah kelemahan kriptografi ditemukan pada SSH-2 yang memungkinkan pengambilan sampai 4 byte plaintext dari aliran data SSH tunggal di bawah kondisi khusus. Namun hal ini telah diperbaiki dengan mengubah mode enkripsi standar OpenSSH 5,2.

Penggunaan SSH

SSH adalah sebuah protokol yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi di bawah ini mungkin membutuhkan fitur-fitur yang hanya tersedia atau yang kompatibel dengan klien atau server SSH yang spesifik. Sebagai contoh, menggunakan protokol SSH untuk mengimplementasikan VPN adalah dimungkinkan, tapi sekarang hanya dapat dengan implementasi server dan klien OpenSSH. 123
  • dalam kombinasi dengan SFTP, sebagai alternatif yang aman untuk FTP transfer file
  • dalam kombinasi dengan rsync untuk mem-backup, menyalin dan me-mirror file secara efisien dan aman
  • untuk port forwarding atau tunneling port (jangan dikelirukan dengan VPN yang rute paket antara jaringan yang berbeda atau menyambung dua wilayah broadcast menjadi satu)
  • untuk digunakan sebagai VPN yang terenkripsi penuh. =klien yang mendukung fitur ini
  • untuk meneruskan X11 melalui beberapa host
  • untuk browsing web melalui koneksi proxy yang dienkripsi dengan klien SSH yang mendukung protokol SOCKS
  • untuk mengamankan mounting direktori di server remote sebagai sebuah sistem file di komputer lokal dengan menggunakan SSHFS
  • untuk mengotomasi remote monitoring dan pengelolaan server melalui satu atau lebih dari mekanisme seperti yang dibahas di atas

Arsitektur SSH

SSH-2 protokol memiliki arsitektur internal (didefinisikan dalam RFC 4.251) pada lapisan terpisah dengan baik. Yaitu:
  • Lapisan transportasi (RFC 4253). Lapisan ini menangani pertukaran kunci awal dan server otentikasi dan set up enkripsi, kompresi dan integritas verifikasi. Lapisan ini memperlihatkan ke lapisan atas sebuah antarmuka untuk mengirim dan menerima paket teks terang hingga masing-masing 32.768 byte (atau lebih yang diperbolehkan oleh implementasi). Lapisan transportasi juga mengatur ulang pertukaran kunci, biasanya setelah 1 GB data yang ditransfer atau setelah 1 jam telah berlalu, tergantung mana yang lebih cepat.
  • Lapisan otentikasi pengguna (RFC 4252). Lapisan ini menangani otentikasi klien dan menyediakan sejumlah metode otentikasi. Otentikasi client-driven: ketika seseorang diminta untuk memasukkan password, mungkin diminta oleh klien SSH, bukan servernya. Server hanya menanggapi permintaan otentikasi klien. Metode otentikasi pengguna yang sering digunakan meliputi:
    • password: sebuah metode untuk otentikasi password secara langsung, termasuk fasilitas yang memungkinkan sandi untuk diubah. Metode ini tidak diimplementasikan pada semua program.
    • kunci publik: sebuah metode untuk otentikasi berbasis kunci publik, biasanya mendukung setidaknya pasangan kunci DSA atau RSA, pada implementasi lain juga mendukung sertifikat X.509.
    • keyboard-interactive (RFC 4256): sebuah metode serbaguna di mana server akan mengirimkan satu atau lebih prompt untuk memasukkan informasi sehingga klien menampilkannya dan mengirimkan kembali tanggapan oleh pengguna. Digunakan untuk menyediakan otentikasi password sekali-waktu seperti S/Key atau SecurID. Digunakan oleh beberapa konfigurasi OpenSSH dimana PAM bertindak sebagai penyedia otentikasi host yang mendasar agar secara efektif dapat menyediakan otentikasi password, namun kadang-kadang menyebabkan kegagalan untuk login dengan klien yang hanya mendukung metode otentikasi password biasa.
    • metode otentikasi GSSAPI yang menyediakan sebuah skema extensible untuk melakukan otentikasi SSH menggunakan mekanisme eksternal seperti Kerberos 5 atau NTLM, menyediakan satu kemampuan sign on untuk sesi SSH. Metode ini biasanya digunakan pada implementasikan SSH komersial untuk digunakan dalam organisasi, meskipun OpenSSH memang memiliki implementasi kerja GSSAPI.
  • Lapisan koneksi. Lapisan ini mendefinisikan konsep kanal, kanal permintaan dan permintaan global menggunakan layanan yang disediakan SSH. Sebuah koneksi SSH dapat melayani beberapa kanal secara bersamaan, masing-masing mentransfer data dalam dua arah. Permintaan kanal tersebut digunakan untuk menyambungkan saluran data spesifik secara out-of-band, seperti perubahan ukuran jendela terminal atau exit code dari sebuah proses server-side. Klien SSH meminta sebuah port server-side untuk diteruskan menggunakan sebuah permintaan global. Jenis saluran standar yang tersedia adalah:
    • shell untuk terminal, SFTP dan request exec (termasuk transfer SCP)
    • direct-tcpip untuk koneksi klien-ke-server yang diteruskan
    • forwarded-tcpip for server-to-client forwarded connections forwarded-tcpip untuk koneksi server-ke-klien yang diteruskan
  • SSHFP DNS record (RFC 4255) menyediakan sidik jari kunci publik untuk membantu memverifikasi keaslian host.
Fungsi lapisan transportasi sendiri sebanding dengan TLS; lapisan otentikasi pengguna sangat extensible dengan metode otentikasi khusus; dan lapisan sambungan menyediakan kemampuan untuk membuat banyak sesi sekunder ke dalam satu koneksi SSH, sebuah fitur yang sebanding dengan BIP dan tidak tersedia di TLS.

Peringatan keamanan

Sejak SSH-1 memiliki kelemahan desain yang melekat dan membuatnya rentan (misalnya, terhadap serangan man-in-the-middle), sekarang umumnya dianggap usang dan harus dihindari pengguannya dengan menonaktifkan fallback ke SSH-1 secara eksplisit. Sementara server dan klien modern telah mendukung SSH-2, beberapa organisasi masih menggunakan perangkat lunak tanpa dukungan untuk SSH-2, dan dengan demikian SSH-1 tidak selalu dapat dihindari.
Dalam semua versi SSH, penting untuk memverifikasi kunci publik sebelum menerimanya secara valid. Menerima sebuah kunci publik atttacker sebagai kunci publik yang valid memiliki efek membuka password yang ditransmisikan dan memungkinkan serangan man in-the-middle.

Minggu, 05 April 2015

LANGKAH INSTALL LINUX MINT 17 QIANA

http://tuxlin.com/wp-content/uploads/2014/08/InstallLinuxMint17QianaTuxlin_01.jpg

Persiapan Instalasi Linux Mint 17 Qiana
  • DVD Instalasi atau USB installer Linux Mint 17 Qiana
  • Jika belum punya installer Linux Mint 17 Qiana, bisa download di sini
  • Komputer atau laptop yang akan diinstal Linux Mint 17 Qiana
  • Secangkir kopi atau cemilan biar nggak ngantuk, hehehe…
Langkah Linux Mint 17 Qiana
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah hidupkan laptop atau PC, masuk ke BIOS. Nah setelah masuk BIOS, atur boot order atau boot priority ke DVD room atau USB, sesuai dengan media instalasi yang kita pakai. Setelah itu restart, tancapkan USB installer atau DVD installer Linux Mint 17 Qiana. Tak lama, kita akan diantar masuk ke Live CD/Live USB Linux Mint 17 Qiana dengan tampilan desktop seperti di bawah ini.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_01
 Klik Install Linux Mint
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_02
Pilih bahasa yang dikehendaki, kalo saya pilih English saja, kemudian klik Continue. Perlu diketahui, Linux Mint 17 Qiana ini gak nyediain bahasa Alay, bahasa gaul, atau bahasa klingon, jadi nggak usah nyariin deh sampe discroll ke bawah juga 
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_03
Berikutnya installer Linux Mint 17 Quana ini akan menanyakan apakah Anda akan menghubungkan ke jaringan wireless atau tidak. 
Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_04Instaler Linux Mint 17 kemudian melakukan pengecekan apakah sistem sudah memenuhi syarat buat instalasi atau belum, klik Continue jika sudah memenuhi syarat.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_05
 Berikutnya adalah memiilih mode instalasi. Karena saya mau partisi sendiri, pilih Something else, kemudian klik Continue.  Nah mulai dari sini harus serius , salah-salah bisa hilang semua data di komputer atau laptopnya.
Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_06
Nah masuk tahap ini harus ekstra hati-hati . Pilih partisi yang akan digunakan untuk instalasi Linux Mint 17 Qiana ini, kemudian klik Change. Jika belum memiliki partisi, bisa membuat partisi baru melalui menu create partition. Ada dua partisi yang harus disiapkan, yakni partisi sistem dan swap. Gunakan file sistem EXT4 untuk partisi sistem, beri tanda cek pada Format the partition. Pada bagian Mount point, pilih “/”. Kemudian klik OK
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_07
 Sedangkan untuk partisi Swap, pilih swap area pada bagian Use as. Setelah swap area dipilih, klikOK.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_08
Pada bagian ini, pastikan pembagian partisinya sudah benar gan. Cek atau review terlebih dahulu, jika yakin sudah benar langsung saja klik Install Now.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_09
Selagi proses instalasi berjalan, kita dapat memilih zona waktu sesuai tempat tunggal kita. Karena saya masuk zona waktu WIB (Waktu Indonesia Barat), maka saya pilih kota Jakarta. Kemudian klikContinue.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_10
 Berikutnya adalah memilih layout keyboard yang kita pakai. Keyboard standar sih biasanya pilihEnglish (US), kemudian klik Continue.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_11
Masukkan nama, nama komputer, username, dan password. Tenang, namanya nggak perlu sama dengan yang di KTP, boleh kok pake nama gaul, hahahaha… Isi lengkap form-nya, kemudian klikContinue.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_12
Proses instal Linux Mint 17 Qiana sedang berjalan.. Tunggu saja sambil minum kopi atau ngemil-ngemil makanan 
Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_13
 Proses instalasi ini memakan waktu 5 hingga 30 menit, sesuai dengan sistem yang digunakan.
 Install Linux Mint 17 Qiana Tuxlin_14
 Installation Complete . Klik Restart Now. Jika masih ingin mencoba Linux Live-nya, bisa klikContinue Testing. Cukup mudah bukan Langkah Install Linux Mint 17 Qiana ini? Secara umum memang proses instalasi semua distro Linux sama. Instalasi pada tutorial kali ini menggunakan basis GUI (Graphical User Interface). Adapun distro yang instalasinya menggunakan CLI (Command Line Interface). Nah kalau pengen greget dan menantang ya pakai yang CLI,